بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan informasi yang saya sajikan di blog ini, terima kasih
Tuesday, 20 November 2018
Peninggalan Kerajaan Majapahit Beserta Gambarnya (#Paling Lengkap)
Sponsors Links
Peninggalan Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan besar yang berkembang di Nusantara dan menurut perkiraan berdiri pada tahun 1293 dan mengalami keruntuhan di abad ke-15 Masehi. Kerajaan Majapahit ini memberikan banyak sekali peninggalan sejarah yang masih bisa kita lihat hingga sekarang. Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan saat pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang memimpin dari tahun 1350 sampai dengan 1389 Masehi. Kerajaan ini menjadi kerajaan Hindu Budha terakhir di Nusantara.
Peninggalan Kerajaan Majapahit
Berikut beberapa peninggalan bersejarah dari kerajaan Majapahit yang masih ada hingga sekarang.
1. Candi Sukuh
Peninggalan Kerajaan MajapahitCandi Sukuh terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 36 km dari Surakarta atau 20 km dari Kota Karanganyar.Menurut perkiraan, Candi Sukuh ini dibangun pada tahun 1437 Masehi dan masuk kedalam jenis candi Hindu dengan bentuk piramid. Struktur bangunan Candi Sukuh memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang lain dan di sekitar reruntuhan Candi Sukuh ini juga terdapat banyak objek Lingga dan Yoni yang melambangkan seksualitas dengan beberapa relief serta patung yang memperlihatkan organ intim dari manusia. Candi ini ditemukan pada tahun 1815 oleh residen Surakarta bernama Johnson yang ditugaskan oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data dari bukunya yakni “The History of Java”. Kemudian pada tahun 1842, candi ini juga sudah diteliti oleh Arekolog dari Belanda bernama Van der Vlies dan kemudian dipugar pada tahun 1928. Candi Sukuh kemudian diusulkan menjadi salah satu situs warisan dunia pada tahun 1995.
Desain sederhana dari candi ini membuat seorang arkeolog asal Belanda yakni W.F. Stutterheim di tahun 1930 memberikan argumentasinya yakni pemahat dari Candi Sukuh ini bukanlah dari seorang tukang batu namun seorang tukang kayu desa dan bukan dari kalangan keraton. Candi ini juga dibuat dengan terburu-buru yang tampak dari kurang rapihnya bangunan candi tersebut dan argumen terakhirnya adalah keadaan politik di masa tersebut yakni saat menjelang runtuhnya Kerajaan Majapahit membuat candi tersebut tidak bisa dibuat dengan mewah dan indah. Saat masuk ke pintu utama dan melewati gapura besar, maka bentuk arsitektur khas tidak disusun secara tegak lurus akan tetapi berbentuk sedikit miring trapesium lengkap dengan atap pada bagian atasnya. Sedangkan warna bebatuan di candi ini berwarna sedikit merah sebab memakai bebatuan andesit.
Artikel terkait:
Sejarah Candi Kalasan
Sejarah Candi Cetho
Candi Peninggalan Budha
Candi Peninggalan Agama Hindu
Pada teras pertama terdapat sebuah gapura utama yang lengkap dengan sengkala memet dan tertulis dalam bahasa Jawa yaitu gapura buta aban wong dengan arti raksasa gapura memangsa manusia dengan makna masing-masing9, 5, 3, 1 yang jika dibalik maka diperoleh tahun 1359 [saka] atau 1437 Masehi. Angka ini kemudian diduga menjadi tahun berdirinya Candi Sukuh. Di bagian sisi candi juga terdapat sengkala memet dengan bentuk gajah memakai sorban yang sedang mengigit seekor ular dan dianggap sebagai lambang bunyi gapura buta anahut buntut atau raksasa gapura mengigit ekor. Pada bagian teras kedua, gapuranya sudah dalam keadaan yang rusak dan pada bagian sisi kanan dan kiri gapura ada patung penjaga atau dwarpala kaan tetapi juga sudah rusak dan tidak berbentuk lagi. Gapura ini juga sudah hilang bagian atapnya dan tidak dilengkapi dengan patung pada terasnya. Pada gapura ini ada sebuah candrasangkala yang ditulis dalam bahasa Jawa berbunyi gajah wiku anahut buntut dengan arti gajah pendeta menggigit ekor dan terdapat makna 8, 7, 3, 1 yang jika dibalik maka dihasilkan tahun 1378 Saka atau 1456 Masehi.
Pada bagian teras ketiga ada pelataran berukuran besar dengan candi induk serta beberapa buah panel yang dilengkapi dengan relief di bagian kiri dan patung di bagian kanan. Pada bagian atas candi utama di tengah ada sebuah bujur sangkar seperti tempat untuk meletakkan sesaji dan terdapat juga bekas kemenyan, hio serta dupa yang dibakar dan masih sering juga digunakan untuk sembahyang. Sedangkan pada bagian kiri candi induk ada serangkaian panel lengkap dengan relief yang bercerita tentan mitologi utama dari Candi Suku, Kidung Sudamala.
Artikel terkait:
Sejarah Situs Ratu Boko
Sejarah Candi Mendut
Sejarah Candi Gedong Songo
Sejarah Candi Kalasan
2. Candi Cetho
Peninggalan Kerajaan MajapahitCandi Cethi terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut perkiraan para sejarawan, Candi Cetho ini berasal dari akhir keruntuhan Kerajaan Majapahit di sekitar abad ke-15 Masehi dan candi ini baru ditemukan pada tahun 1842 karena tulisan dari seorang arkeolog Belanda yakni Van de Vlies. Candi Cetho dibangun dengan menggunakan corak Hindu yang seringkali dipakai warga serta peziarah Hindu untuk tempat pemujaan. Tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk bertapa untuk masyarakat Kejawen asli Jawa. Penggalian pertama dilakukan pada tahun 1928 untuk rekonstruksi oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda dan dari penelitian ditemukan jika usia candi tersebut hampir sama dengan Candi Sukuh yang lokasinya tidak jauh dari candi ini, akan tetapi terdapat perbedaan sebab candi ini dibuat di kompleks yang berundak. Secara keseluruhan, Candi Cetho ini mempunyai 13 buah teras dan juga banyak anak tangga yang juga dilengkapi dengan banyak archa serta punden di sepanjang tangga tersebut. Diatas candi ini terdapat Puri yang disebut dengan Puri Saraswati.
Candi Cetho ini ditemukan dalam keadaan reruntuhan dengan 14 teras atau punden bertingkat dengan bentuk memanjang dari barat menuju ke timur dan sekarang hanya tersisa 13 teras saja. Pemugaran sudah dilakukan pada kesembilan buah teras dan struktur teras yang berundak ini diduga merupakan kultur asli Nusantara Hinduisme yang semakin diperkuat dengan aspek ikonografi. Relief yang terdapat pada candi ini berbentuk tubuh manusia seperti wayang kulit dengan muka menghadap samping namun tubuh yang menghadap ke ara depan. Pemugaran juga dilakukan di akhir tahun 1970 yang dilakukan sepihak oleh Sudjono Humardani, asisten pribadi dari Suharto dan ia mengubah begitu banyak struktur dari candi tersebut.
Pemugaran ini kemudian banyak mendapatkan krtikan dari pada arkeolog sebab pemugaran pada situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa dipelajari dengan mendalam, selain itu ada beberapa objek hasil dari pemugaran yang sudah dianggap tidak asli yakni gapura mewah dan meagh di bagian depan kompleks, bangunan kayu tempat bertapa, patung yang dinisbatkan sebagai Brawijaya V, Sabdapalon, Nayagenggong dan phallus sera kubus di pucak punden
Artikel terkait:
Asal Usul Nusantara
Sejarah Candi Ratu Boko
Sejarah Candi Panataran
Sejarah Perang Kamang
Sponsors Link
3. Candi Pari
Peninggalan Kerajaan MajapahitCandi Pari terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut perkiraan, Candi ini dibangun saat masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk tahun 1350 sampai dengan 1389 Masehi. Candi ini terletak di 2 km arah Barat Laut semburan pusat lumpur panas Lapindo Brantas. Candi Pari ini juga dibangun dengan batu bata berbentuk persegi empat seperti pura yang ada di Bali dan candi ini dibangun menghadap ke arah Barat. Diperkirakan, Candi Pari ini dibangun pada tahun 1371 Masehi dan dari J.Knebel yang ditulis dalam laporannya, Candi Pari dan juga Candi Sumur, dibangun untuk mengenang sekaligus memperingati hilangnya adik angkat dan juga seorang sahabat dari salah satu putra Prabu brawijaya yang menolak untuk tinggal di Keraton Kerajaan Majapahit. Diatas pintu Candi Pari ini dulunya terdapat batu tua dan apabila dilihat dari arsitektur sangat dipengaruhi dengan budaya Campa yakni kebudayaan dari Vietnam. Ini bisa terjadi karena dulu Indonesia menjalin hubungan dagang dengan Vietnam dan disaat yang bersamaan juga, perekonomian Vietnam hancur sehingga sebagian orang mengungsi ke Jawa Timur.
4. Candi Jabung
Peninggalan Kerajaan MajapahitCandi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Candi ini terbuat dari bata merah yang disusun yang masih bertahan setelah sekian tahun. Di saat lawatan berkeliling Jawa Timur tahun 1359, Raja Hayam Wuruk dikatakan pernah singgah pada Candi Jabung tersebut. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dengan bercorak bangunan Hindu, sedangkan struktur bangunannya terlihat hampir serupa dengan Candi Bahal dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Utara.
Arsitektur Candi Jabung dibangun pada permukaan tanah dengan ukuran 35 meter x 40 meter dan pemugaran sudah dilakukan di tahun 1983 sampai 1987 sehingga penataan lingkungan bertambah 20.042 meter yang terletak di ketinggian 8 meter dari permukaan laut. Candi Jabung memiliki dua bangunan utama yang berukuran besar dan kecil yang umumnya disebut dengan Candi Sudut. Sedangkan material yang digunakan adalah bata merah kualitas bagus lengkap dengan ukiran berbentuk relief. Candi Jabung memiliki panjang 13.13 meter, lebar 9.60 meter dan ketinggian mencapai 16.20 meter menghadap ke arah Barat dan pada bagian sisi barat agak menjorok ke depan yang merupakan bekas susunan tangga memasuki candi.
Pada bagian Barat Daya halaman candi terdapat candi kecil yang berguna sebagai pelengkap Candi Jabung. Candi menara ini dibangun dengan material batu bata dengan ukuran 2.55 meter serta tinggi 6 meter. Arsitektur Candi Jabung terdiri dari bagian batur, kaki, tubuh dan juga atap dengan bentuk tubuh bulat yang berdiri diatas kaki candi bertingkat 3 bentuk persegi. Sementara bagian atapnya berbentuk stupa namun sudah runtuh di bagian puncak dan pada atap tersebut dilengkapi dengan motif suluran. Pada bagian bilik candi ada lapik arca yang berdasarkan dari inskripsi pada gawang pintu masuk Candi Jabung didirikan pada tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
MATERI PENDIDIKAN PANCASILA, FASE D 7, BAB 2
BAB 2 NORMA DAN UUD 1945 a. Materi atau Sumber Pembelajaran yang Utama Bangsa kita terkenal dengan keaneka ragaman yan...
-
Petunjuk Mengerjakan: 1. Kerjakan di kertas 2. Tulis nama, kelas dan No absen, di pojok kanan atas. 3. Di kumpulkan...
-
Jangan lupa tanggal 18 s/d 23 mengumpulkan tugas kelompok tentang Topologi Jaringan sesuai jadwal masing masing kelas dan sesuai dengan tuga...
-
Buatlah Email dengan menggunakan nama kalian masing2. Contoh Nama lengkap Rudi Hartono maka emailnya harus rudihartono@yahoo.co.id ata...
No comments:
Post a Comment